RSS

Indeks Tokoh A-Z : A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z

January 19, 2010 | admin | H, Slideshow, Tokoh | Komentar

Heri Dono (Wardono)

WEB-Heri-DonoJakarta, 1960

“… saya pikir, persoalan-persoalan estetika dalam seni lukis sudah berakhir. Sudah selesai sebagai persoalan, tapi bukan sebagai ekspresi” (Heri Dono)

Harian Kompas menyebutnya “Manusia Internasional”. Ia piawai membawa sesuatu yang semula tak berharga dan tanpa bentuk menjadi simpulan tentang situasi yang pelik, bahkan kadang radikal. Ia pernah mengiuti biennale tertua di dunia, Venice Biennale di Italia pada 2003. Majalah Artlink (Australia) mencatatnya sebagai salah satu perupa yang paling sering diundang ke biennale internasional antara 1993-2006. Ia pun ditasbihkan menjadi satu dari seratus perupa avant-garde dunia saat ini.

Heri Dono yang lahir di Jakarta pada 12 Juni 1960 memulai karir keseniannya di Fakultas Seni Rupa dan Desain ASRI Yogyakarta walau tak rampung. Orang tuanya sempat mengkhawatirkan masa depan Hedi Dono muda yang sejak SD sampai SMA berambut gondrong. Tapi ia mampu menampik kecemasan itu, ia membuktikan dapat eksis melalui jalan seni rupa. Di jalur pendidikan Heri Dono justru banyak belajar melalui pendidikan non formal. Kurun waktu 1990-2008 tercatat puluhan kali ia mengikuti pelbagai program residensi dan workshop di penjuru dunia.

Pintu ranah seni rupa terbuka bagi Heri Dono ketika ia menggelar seni ekperimental di Parangtritis pada 1982. Setelah itu hampir setiap tahun ia melakukan aktivitas seni yang melahirkan lompatan nilai, baik pada aspek artistik maupun ide. Sepanjang karirnya ia telah menggelar pameran tunggal di dalam dan luar negeri hampir 25 kali lebih. Debut internasional pertamanya ialah pada Intenational Artist Exchange Program di Basel, Swiss tahun 1990.

Salah satu pentolan angkatan ’80 ini pernah mengakui bahwa hampir setiap hari membuat sketsa. Baginya sketsa menjadi sesuatu vital bagi seorang seniman. Sketsa merupakan media latihan kejujuran dan ketrampilan bagi batinnya. Sketsa juga menjadi karya yang utuh atau sebagai catatan tak tertulis yang bisa menjadi inspirasi karya lukisan. Pada aspek seni, selain melukis ia juga mengerjakan sejumlah karya seni instalasi, performance art, dan seni media baru.

Ia selalu berusaha mencari, menemukan, dan menangkap inpirasi yang muncul lewat kepala atau batinnya. Itu jemudian direfleksikannya dalam karya berbentuk simbol-simbol goresan dan warna artistik. Ia percaya bahwa karya bukanlah laporan yang sifatnya menerangkan. Untuk mendapatkan simbol-simbol dalam kesegaran karya itu ia juga mematangkan konsep, gagasan, dan teknik. Semua itu disesuaikan dengan perkembangan dan gejala-gejala yang berlangsung di sekitarnya. Menurutnya gaya lukisan seorang seniman selalu diikuti konsep berpikirnya.

Totalitas dan komitmen Heri Dono pada dunia seni muncul dari prinsip bahwa berkarya sama saja dengan aktivitas normal, tertawa, sedih, atau membuat apa saja. Medium yang digunakannya beragam, tapi pilihannya sering jatuh pada karya instalasi yang menggunakan materi sehari-hari dan berteknologi sederhana. Figur-figur yang muncul pada karyanya terlihat ada pengaruh wayang kulit.

Di sepanjang karirnya, Heri Dono banyak melakukan terobosan nilai dan pemikiran yang menarik perhatian. Ia juga kerap dianggap menelikung kebiasaan perupa barat yang mengagungkan teknologi canggih dalam karya-karyanya. Ia menjadi penakluk isu-isu besar dalam wacana seni di Barat dengan mengetengahkan pola visual atau opini yang bersifat karikatural, katarsis, dan kadang terkesan naif.

Ada kalanya ia meniadakan peran Barat dalam pemikirannya lahir nuansa berbeda pada setiap pameran yang diikutinya. Karyanya menunjukkan penolakan terhadap bentuk dan pesona indah—mendayu bagai lukisan realis. Ia lebih gemar mencari bentuk penyajian baru untuk membangkitkan perasaan ketidakmungkinan atas sebuah penyajian. Baginya “ketidakmungkinan” ialah keindahan tersendiri.

Heri Dono tak sekedar mencari ‘laku terjual’ pada setiap karyanya, tapi ia juga mencari pencerahan untuk dipersembahkan bagi perkembangan dunia seni rupa Yogyakarta dan Indonesia.

Sumber: Katalog (2009) | beritaseni.woordpress.com | kompas | pdat.co.id

Foto: Istimewa

(Profil Heri Dono ini dimuat di Gelaran Almanak Seni Rupa Jogja 1999-2009 (Gelaran Budaya, 2009: 494)

PESAN DAN DAPATKAN!
Buku “Gelaran Almanak Seni Rupa Jogja 1999-2009″
Harga: Rp.150.000 (sudah termasuk ongkos kirim)
E-mail: redaksi@gelaranalmanak.com
Rekening: BCA 4450813791 atau BNI 0116544928 atas nama Nurul Hidayah
Sms: 087839137459 dengan format:
PESANBUKU<spasi>ALMANAKSENIRUPA<spasi>JUMLAH EKSEMPLAR<SPASI>NOMOR BUKTI TRANSFER<spasi> NAMA<spasi>ALAMAT TUJUAN DAN NO TELEPHONE

Lihat detail isi buku di sini: http://indonesiabuku.com/?p=3108

Popularity: unranked

Detail Posting

Filed Under: HSlideshowTokoh

Tags:

About the Author:

INFO BUKU BARU

Judul: "Gelaran Almanak Seni Rupa Jogja 1999-2009"
Supervisi: Taufik Rahzen
Tim Riset: Muhidin M. Dahlan (koord.), Aan Ratmanto | Ana Novianti | Arif Rochman | Dian Andika Winda | Hermawan Ek a Prasetya | Galih Priatmodjo | Indra Wijaya Kusuma | Januar Nurzaman | Kuncoro Hadi | Luki Fidiantoro | Mahtisa Iswari | M Habiburrohman Nisfi | Murtafingatun | Nu’man Rifa’i | Roni Prasetyo | Wandi B. Silaban | Yunisa Priyono
Penerbit: Gelaran Budaya bekerjasama dengan Gelaran Ibuku, VF, BBB
Cetak: Perdana, Desember 2009 (paperback)
Tebal: 872 halaman (termasuk indeks)
ISBN: 978-979-1436-21-2
Harga: Rp 150.000,- (sudah termasuk ongkos kirim!)

Resensi buku bisa dibaca di sini

Buku ini dicetak massal. Jika tak menemukannya di toko buku di kota anda, silakan memesan ke penerbit. Begini caranya:

1. Bagi yang tinggal di Jogjakarta bisa datang sendiri ke kios buku Gelaran Ibuku di Jalan Patehan Wetan No 3, Kraton, Alun-alun Kidul
2. Bagi yang memesan via HP/email begini caranya:
  • Transfer ke rekening I:BOEKOE: BCA 4450813791 atau BNI 0116544928 atas nama Nurul Hidayah, sebesar Rp.150.000 (sudah termasuk ongkos kirim)
  • Konfirmasi via SMS ke 087839137459 dengan format:
PESANBUKU<spasi>ALMANAKSENIRUPA<spasi>JUMLAH EKSEMPLAR<SPASI>NOMOR BUKTI TRANSFER<spasi> NAMA<spasi>ALAMAT TUJUAN DAN NO TELEPHONE

3. Pesan via email ke iboekoe@gmail.com di CC ke penjualan@gelaranalmanak.com. Cantumkan JUDUL BUKU, JUMLAH EKSEMPLAR, NOMOR BUKTI TRANSFER, ALAMAT TUJUAN DAN NO TELEPHONE YANG DAPAT DIHUBUNGI

RSSPost a Comment  |  Trackback URL