Author Archive for gusmuh
Pameran Tunggal Toto Nugroho, Surabaya
SURABAYA | Toto Nugroho, perupa alumnus ISI Jogjakarta kelahiran Wonogiri, 1980, mengusung 14 karya lukisan akrilik bergenre komik -begitu didedahkan dalam catatan kuratorial Wahyudin- yang dipamerkan di Emmitan Contemporary Art Gallery, Surabaya, 25 Juli-3 Agustus 2010.
Y.B. Mangunwijaya
Ambarawa, 1929-1999 | Manusia beragam predikat—pastur, pendidik, insinyur, sastrawan, kolumnis, sejarawan, pemikir, humanis, arsitek—itu bernama lengkap Yusuf Bilyarta Mangunwijaya. Namun ia biasa dipanggil Romo Mangun. Lahir 6 Mei 1929 di Ambarawa Jawa Tengah, Mangunwijaya kerap berpindah kota. Selesai dari Hollandesch Inlandsche Scholl (HIS) Fransiscus Xaverius Magelang 1943, ia meneruskan SMP di Yogyakarta hingga 1947. Tiga tahun masa SMA, ia habiskan di Santo Albertus B Malang.
Museum Romo Mangun
Museum Romo Mangun dibangun atas inisiatif warga sekitar, mengenang “pahlawan” mereka Yusuf Bilyarta Mangunwijaya, sepeninggalnya 10 Februari 1999. Tokoh arsitektur Indonesia ini berjasa besar atas dibangunnya kompleks “perumahan” Code, dia menyelamatkan warga dari penggusuran.
Eko Nugroho
Yogyakarta, 1977 | Eko Nugroho populer sebagai penggagas sekaligus presiden The Daging Tumbuh. Kompilasi 6 bulanan yang memuat segala jenis bentuk seni rupa. Jika ingin memahami Daging Tumbuh (DGTMB) maka pahamilah Eko Nugroho. Namanya mulai muncul saat pameran di Galeri Cemeti. Tokoh seperti mutan dengan tubuh campur aduk mendominasi ruang pamernya yang bertajuk “Bercerobong”.
Rupa-Rupa Celeng Seni Rupa
MUHIDIN M DAHLAN | Di dunia seni rupa, ada dua perupa yang menjadikan celeng-yang-sama-dengan-babi itu sebagai medan eksplorasi kreatifnya. Perupa pertama, Djoko Pekik. Perupa kedua, Putu Adi Gunawan. Yang satu sudah uzur, yang satunya lagi masih muda. Tapi celeng dua-duanya gempal dan bulat, seperti dua watak celeng novelis Inggris George Orwell dalam Animal Farm.
Pameran Wall Street Arts di Galeri Salihara
JAKARTA | Pameran Wall Street Arts di Galeri Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 10 Juli-2 Agustus 2010, bisa meramaikan perbincangan soal itu. Pergelaran diikuti tujuh seniman grafiti dari Jakarta (Darbotz, Tutu, Popo, Wormo, Kims, dan Bujangan Urban) dan enam seniman Perancis (Sonic, Colorz, Gilbert, Kongo, Lazoo, dan Ceet). Ada juga karya Soni Irawan dan Farhan Siki. Kurasi ditangani Alia Swastika.
Komik Daging Tumbuh
Menikmati Daging Tumbuh tak sekadar menikmati sebuah kompilasi seni visual (komik) dalam bentuk buku. Daging Tumbuh mengajak menikmati idiom-idiom baru, plesetan makna, kebebasan bermain-main, dan berkreasi di luar isi kompilasinya sendiri.
Sukasman
Yogyakarta, 1937-2009 | Ia bisa saja sangat kaya karena banyak orang memburu wayangya, tapi ia memilih hidup sederhana. Dan ketika UNESCO menetapkan wayang sebagai salah satu pusaka dunia non benda, sedikit banyak itu karena andil Sukasman. Dialah sang kreator Wayang Ukur Yogyakarta.
