RSS
Suwarno Wisetrotomo
Diposkan oleh gusmuh pada February 07, 2010  |  Komentar

Suwarno Wisetrotomo

Khususnya dunia kuratorial dan kritik seni, lulusan S2 Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Program Studi Sejarah dan Mahasiswa/Peserta Program Doktor (S3) ini tak bisa menampiknya. Di samping memerankan diri pada ranah itu, ia juga diperankan oleh masyarakat seni rupa. Ia memerankan diri karena sejak awal ia sering membuat tulisan dan kritik terhadap karya seni. Sedangkan kata kurator sendiri menurutnya merupakan kosa kata dan kosa kerja baru dalam dunia Seni rupa Indonesia. Baru muncul sekira 15 sampai 20 tahun yang lalu. Jim Supangkat adalah orang yang pertama kali menghadirkan diri sebagai kurator di Indonesia.

Selengkapnya

Ki Empu Djeno Harumbrodjo
Diposkan oleh gusmuh pada February 07, 2010  |  Komentar

Ki Empu Djeno Harumbrodjo

Berhari-hari puasa tidur dan makan Empu Djeno ditemani aroma klembak dan warna-warni sesaji. Ini adalah ritual wajib persiapan membuat keris. Pakem pembuatan keris secara tradisional, termasuk tata upacara, sesaji, dan tapa brata begitu kuat dipegang oleh Empu Djeno.

Keindahan dan kesempurnaan karya, serta keteguhannya menujung tinggi pakem merupakan nilai lebih Empu Djeno. Keraton Kesultanan Yogyakarta pun menjatuhkan pilihan pada pembuat keris pusaka pamor Prambanan ini. Keris dapur Jangkung Mangkunegoro dengan pamor Udan Mas merupakan salah satu keris Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang dipesan pada Empu Djeno.

Selengkapnya

Yuswantoro Adi
Diposkan oleh admin pada January 21, 2010  |  Komentar

Yuswantoro Adi

Semarang, 1966
“Jika saya pelawak,
saya bukan tipe pelawak tunggal, saya perlu umpan,
meskipun akhirnya saya kembali mengolah umpan-umpan itu.”
Ia populer dengan kecerewetannya saat melihat sesuatu yang dianggapnya salah. Bahkan ada kelakar antara seniman, nama Adi menjadi pasal dari kecerewetan. Ia juga doyan bercerita, serius maupun berkelakar. Yuswantoro Adi menampilkan diri apa adanya. Tak suka beretorika, apalagi [...]

Selengkapnya

Heri Dono (Wardono)
Diposkan oleh admin pada January 19, 2010  |  Komentar

Heri Dono (Wardono)

Jakarta, 1960
“… saya pikir, persoalan-persoalan estetika dalam seni lukis sudah berakhir. Sudah selesai sebagai persoalan, tapi bukan sebagai ekspresi” (Heri Dono)
Harian Kompas menyebutnya “Manusia Internasional”. Ia piawai membawa sesuatu yang semula tak berharga dan tanpa bentuk menjadi simpulan tentang situasi yang pelik, bahkan kadang radikal. Ia pernah mengiuti biennale tertua di dunia, Venice Biennale di [...]

Selengkapnya

Ledjar Subroto
Diposkan oleh gusmuh pada January 09, 2010  |  Komentar

Ledjar Subroto

Pada Pekan Wayang VI tahun 1993 di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, wayang kancil kreasi Ki Ledjar justru dilabeli buatan orang Cina bernama Bo Liem yang dibuat pada 1925. Kesedihan Ki Ledjar makin bertambah manakala ia mengetahui wayang kancil milik Museum Sonobudoyo, Yogyakarta juga dilabeli buatan Bo Liem. Hal ini sangat aneh mengingat ia selalu mencantumkan namanya di setiap wayang buatannya. Nama Ledjar dalam huruf Jawa jelas-jelas tertera pada anak wayang yang dipajang di Museum Sonobudoyo.

Selengkapnya

Widayat
Diposkan oleh gusmuh pada December 18, 2009  |  Komentar

Widayat

Sebuah lukisan yang baik dan bermutu,tak hanya memperagakan indahnya kulit, yang penting justru menampilkan kedalaman isi, tak hanya tanggapan inderawi yang serba menarik… karya seni lukis harus mengandung Chi menurut Fadjar Sidik atau Taksu menurut Suteja Neka. Ia (lukisan) harus berisi.”

Siapa tak tersentuh kala menatap gambar bison yang tergores di sebuah gua 21 ribu tahun lalu. Siapa yang tak terhanyut ketika melihat lukisan perburuan di karang-karang aborigin. Dan manusia mana yang tak terharu menyaksikan

Selengkapnya

RSSHeadline

Mencari Telur Garuda

Mencari Telur Garuda

Nanang R Hidayat | Nalar | 2008 | 140 hlm

Lambang negara yang sebelumnya didesain sebagai simbol negara yang memiliki aturan standar dan hukuman bagi yang melanggarnya (PP No 43 Tahun 1958 Pasal 13) malah dinikmati tak ubahnya karya seni rupa yang terkadang dua dimensi, relief dan atau tiga dimensi lengkap dengan gayanya: realis, surealis, futuristik, kartun, minimalis, kontemporer, dan sebagainya.

Museum Ullen Sentalu

Museum Ullen Sentalu

Museum Ullen Sentalu diresmikan KGPAA Paku Alam VIII pada 1 Maret 1997. Nama Ullen Sentalu merupakan kependekan Ulating Blencong Sejatine Tataning Lumaku, bermakna realitas sejati perjalanan hidup manusia. Museum ini mengoleksi batik motif kuno, lukisan, serta foto keluarga raja-raja Surakarta dan Yogyakarta. Batik merupakan koleksi terbaik museum ini dan dipamerkan di tiap ruangan.

17 Karya Seni Rupa Indonesia Termahal di Christie’s Hong Kong 30 November 2009

17 Karya Seni Rupa Indonesia Termahal di Christie’s Hong Kong 30 November 2009

Berikut ini daftar 17 karya seniman Indonesia yang bersaing di balai lelang Cristies pada 30 November 2009 di Hong Kong. Penjualan tertinggi diraih oleh I Nyoman Masriadi dengan judul karya “Master Yoga” seharga hampir 4.5 milyar rupiah (Rp. 1.197,49 untuk setiap HKD 1,00). Selengkapnya daftar 20 karya termahal di balai lelang christies:

I NYOMAN MASRIADI | [...]

Museum Affandi

Museum Affandi

Jl Laksda Adisutjipto 167 Yogyakarta | 0274-562593
Berlokasi di pinggir kali Gajah Wong, berseberangan dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Museum Affandi menyimpan sekira 300 koleksi lukisan. Buka setiap hari jam 10.00 sampai 16.00. Tarif masuk antara 10.000 hingga 20.000 rupiah, tergantung asal pengunjung, asing atau domestik.
Terdapat Galeri I, luasnya kira-kira 314,6 meter. Bangunan dirancang [...]

Taring Padi: Praktik Budaya Radikal di Indonesia

Taring Padi: Praktik Budaya Radikal di Indonesia

Imaji tentang posisi gerak seni Taring Padi yang bersandar pada kerja Lekra itu sudah tercium sejak pertama kali dideklarasikan pada 2 Desember 1998 di LBH Yogyakarta oleh Yustoni Volunteero dkk. Sejak dari menamai manifesto politik berkeseniannya dengan “Mukadimah” dan judul selebaran propaganda tentang siapa musuh yang harus ditonjok: “Lima Iblis Budaya”.

”Kudeta” Jogja Biennale X

”Kudeta” Jogja Biennale X

Perhelatan seni rupa dua tahunan berlabel Jogja Biennale yang kini memasuki bilangan kesepuluh (X) diselenggarakan mulai 10 Desember 2009 hingga 10 Januari 2010. Wahyudin, kurator terpilih melalui audisi yang diadakan Taman Budaya Yogyakarta (TBY), mengajukan tema Gerakan Arsip Seni Rupa Jogja. Isu itu bertujuan apik memetakan perjalanan historis -bentuk karya (pencapaian artistik) dan gerakan yang [...]

Festival Srawung Seni Candi

KARANGANYAR — Lynda Bransbury dan Wolfgang Maas bersama-sama menggotong batu berdiameter sekitar 20 sentimeter yang dibalut dengan secarik kain batik. Dengan gerakan khidmat, mereka lalu menjatuhkan batu berikut kain itu ke dalam ember plastik berisi air. ”Plung!” Sebelum adegan pamungkas itu, air dari ember mereka ciprat-cipratkan ke sekitar pelataran Candi Sukuh.
“Lewat air ini kami melakukan [...]

Daftar Harga 15 Karya Seni Rupa Termahal Indonesia di Balai Lelang Masterpiece 22 November 2009

Daftar Harga 15 Karya Seni Rupa Termahal Indonesia di Balai Lelang Masterpiece 22 November 2009

Balai Lelang Masterpiece 22 November 2009 mengumumkan hasil lelang karya seni rupa. Dan redaksi Gelaran Almanak menyusun kembali 15 karya termahal lelang tersebut. Inilah daftarnya:

AFFANDI | Tujuh Matahari, 1978; Oil on canvas: 115 x 145 cm | Rp 900.000.000 – 1.200.000.000; USD. 94,740 – 126,320 | Harga Akhir Rp 950.000.000
AFFANDI | Self Portrait, 1966; Oil [...]

  • Halaman 1 dari 4
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • >